Imbas Event BIGTC dalam Merubah MINDSET Ku plus 5 Tips and Trick Men-Cintai Rupiah



Halo selamat sore pembaca, apa kabar dan salam hangat dari saya . Di kesempatan ini saya mau coba bagi pengalaman before dan after aku tau apa arti rupiah atau mata uang kita ini.

Dulu banget sebelum aku ikut talkshow BIGTC, kira – kira jaman smp atau sma. Aku selalu bawa uang tanpa dompet, jadi bawa secukupnya aja gitu. Lalu aku kantongi di kantong celana jeans, dengan lipatan asal bahkan sampai kawan – kawan bilang itu seperti uwel- uwel an ( lipatan kertas yang mau dibuang ) kertas. Waktu itu aku berpikir gini, nanti kalau aku bawa uang banyak nilainya misal 50 ribu. Kemudian aku mau beli bakso seharga 5 ribu, entar dikira sombong,” ih beli bakso aja ngeluarin duit 50 ribu baru yang habis ambil dari atm ( keluar dari dompet ) “ . Kelihatan banget kalau habis dapat kiriman. Dan sebaliknya kalau aku bawa uang recehan 2 ribu ataupun uang koin di dalam dompet,  aku beli es degan nih, entar juga ada yang bilang “ berlebihan banget sih uang 2 ribu aja bawanya sama dompet ( alay ) “ . Jadi serba salah sendiri. Sebenernya ngak semua penjual juga punya pikiran atau respon seperti tadi. Tak kembalikan lagi ke diriku sendiri,terkadang  kalau aku terus mikirin omongannya orang yah memang ngak ada benarnya. Tapi parahnya kebiasaan tadi kebawa sampai sekarang, benar kata pepatah sulit menghilangkan apa  yang sudah jadi kebiasaan. Selama itu pun aku merasa uang-ku cepat habis dan ngak tau pasti kemana perginya.

     Kemudian ada kawan ku yang ngeshare event BIGTC di grup line angkatan, yah untuk kawanku itu aku sangat bertrimakasih. Karena selain event in free, pihak BI dan Net. juga ngedatangin guest star yang menurutku sangat menginspiratif sekali. Terkhusus my favorit bang bena. Dan untuk ukuran anak kos – kos an event ini sangat mengutungkan, why ? ada makan siangnya.
     Kembali ke event talkshow cinta rupiah, di sana sempat ditanyangkan bagaimana panjangnya proses pembuatan rupiah, mulai dari penentuan desain yang membutuhkan persetujuan dari berbagai pihak terkait, penentuan bahan baku terbaik dengan tanpa merusak lingungan, pemberian benang keamanan, pemberian no seri, hingga pengecekan yang harus dilakukan satu persatu secara manual. Begitu pula proses penghancuran uang yang sudah tidak layak edar dan pakai, kalau kawan – kawan sekalian punya waktu coba deh cari videonya. Sumpah bikin nyesek, uang segitu banyaknya dibakar ataupun dihancurkan di mesin penghancur, padahal masa pakainya bisa lebih panjang dan jelas bisa menghemat anggaran dalam pengadaan bahan baku pembuat uang, jika kita ( saya dan masyarakat sekalian ) dapat menggunakan uang rupiah secara lebih baik lagi.
     Selain itu, dengan kita memperlakukan rupiah dengan baik dalam artian cinta rupiah, maka kita juga ikut dalam menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah, menjaga tingkat inflasi, menjaga kedaulatan negara, serta sebagai identitas negara yang sah di mata dunia.
     Bahkan akhir – akhir ini mata uang kita di nobatkan sebagai mata uang dengan desain terbaik se-ASEAN. Jika negara lain saja mengakui maka kita sebagai pemilik rupiah sendiri wajib mencintai, cinta dengan cara memperbanyak transaksi dengan uang rupiah. Baik dengan uang manual maupun e-money. Dan sangat tidak dianjurkan bertransaksi dengan uang selain rupiah di dalam negara Indonesia, contohnya saja uang virtual bitcoin yang sedang booming. Cobalah hargai proses terciptanya rupiah. Dan kita masyarakat tinggal hanya menggunakan dan memanfaatkanya secara bijak.
     Dan pada akhirnya aku menyadari bahwa aku ngak perlu harus malu lagi, entah ambil uang 50 ribuan atau pun 2 ribuan dari dompetku. Karena pada intinya kedua mata uang itu adalah sama – sama mata uang rupiah yang harus dihargai dan mendapatkan perlakuan sama, berapa pun nilainya. Dan untuk sebagain masyarakat yang masih punya pemikiran ataupun penilaian seperti cerita saya tadi, itu adalah tugas kita, sebagai orang yang sudah mengetahui arti penting nilai rupiah, untuk mengedukasi mereka secara perlahan. Karena sebenarnya mereka adalah pihak yang rawan dirugikan atau terimbas dampak negatif dari penipun uang palsu ( upal ) oleh pihak – pihak yang kurang bertanggung jawab.

Setelah event BIGTC, aku mulai naroh uang di dompet dengan rapi, dari yang koin 100-an sampai uang kertas 100 ribuan. Dampaknya sudah terasa setelah 1-2 minggu proses penerapan. Aku merasa menjadi pribadi yang semakin hemat. Kenapa ? karena bawaanya seneng lihat uang banyak didompet, dan sayang kalau dibelikan. Dan ada rasa prihatin ( sedih ) saat nerima uang yang uwel-uwelan dari orang lain. Haduh coba mereka tahu proses buat ini uang dan akan dikemanain ini uang kalau bentuknya sudah kayak gini. Pasti mereka ngak akan lagi memperlakukan rupiah seperti ini. Untuk sekarang aku baru berani ngingetin teman – teman di lingkungan atau pun teman dekat dan keluarga.

Berikut 5 tips dari aku tentang gimana sih cara kita mencintai rupiah dalam artian menghargai :
  1. Yang pertama jelas kita harus punya uang rupiah dulu, entah berapapun nilainya.
  2.  Kita konsisten dalam menggunakannya disetiap transaksi, entah itu offline ataupun online ( e-money )
  3.  Lalu kita merawatnya, dengan cara menaroh di dompet dan ditata dengan rapi. Dengan begitu juga bisa dijadikan contoh buat orang – orang disekitar kita.
  4.  Kemudian menginvestasikannya di pasar modal, kenapa ? karena nilai uang setiap tahunnya akan selalu menurun, dengan kita berinvestasi, selain membantu negara dalam meningkatkan arus perekonomian ( diharapkan aset- aset atau saham yang ada itu atas nama WNI dulu, baru WNA ), kita juga menjaga agar jumlah nilai uang yang kita punya tidak berkurang..
  5. Terakhir dan yang paling penting, jangan pernah menduakan rupiah dengan uang – uang virtual. Meskipun bisa saja nilainya lebih besar.

    Dan ini ada 5 trick yang umum di slogankan untuk menjaga ( cinta ) mata uang rupiah, namun lebih dari itu diharapkan masing – masing dari kita untuk benar – benar menerapkannya. Karena kalau bukan kita siapalagi, dan dimulai dari sekarang :


 


  1.  Jangan dilipat, peringatan untuk semua elemen masyarakat dari yang mulai pedagang sampai pembelinya. Mulai dari anda selesai baca ini artikel, tolong jangan pernah melipat uang lagi, entah saat akan, sedang, ataupun setelah bertransaksi. Selalu bawa dompet ya.
  2. Jangan dicoret, kalau ini rawan terjadi di kalangan remaja. Khususnya anak-anak sekolahan. Proses edukasi dari guru berperan penting disini. Bahkan untuk ukuran remaja yang hidup di jaman dewasa ini, bisa dong browsing – browsing sendiri. Sembari rehat dari main sosmed sebentar.
  3. Jangan disteples, ini kebiasaan buruk yang sering terlihat pada mandor – mandor perkebunan kelapa didaerah kampung halaman saya ( riau ). Saat mereka mau bagi upah secara ngak sengaja ngestaples uang itu sesuai jumlah tertentu. Mungkin biar lebih praktis atau apa ya. Tapi ini juga dilarang, untuk yang baru tau bisa memberi tahu lainnya. Karena bisa dipenjarakan juga lo.
  4. Jangan diremas, peringatan untuk para orang tua yang punya balita, jangan sesekali memberi mereka uang. Karena apa? Karena mereka juga belum tau apa itu fungsi uang, dan kalau kemakan kan juga susah. Dan gak lucu juga kalau ada berit,  balita yang belum tau apa – apa di penjarakan karena memperlakukan rupiah dengan tidak baik.
  5. Jangan dibasahi, untuk para remaja jaman now yang sudah mengidap pelupa. Jangan sesekali mandi sambil bawa uang hasil dapat arisan yah. Atau bawa uang saat mandi karena takut di ambil teman. Oh god, dikunci dilemari juga kan bisa. Hehe








Comments